FirmanAllah ta'ala yang artinya Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". (QS Al Maa'idah [5]:68 ) "Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.." (QS.Ali Imran [3] : 110) Siapakah yang termasuk orang-orang yang beriman ?
DanAllah berfirman yang bermaksud: termasuk Muhammad. Semuanya menjadi penolong-penolong Allah, untuk melaksana dan menyampaikan mesej-Nya. Firman Allah: "Cukuplah ENGKAU sebagai pelindungku.,karena dalam diri MU terkandung pelindung hatiku..,aku ta' peduli kapanpun cinta MU tiba..,selamanya ta' ada yang menghalangi kedatangan cinta MU
CukuplahAllah sebagai pelindungku dan Dia-lah sebaik-baik Pelindung. Kemudian ia menunjuk Abu Dzar Al Ghifari r.a dan berkata, "Orang ini yang akan menjadi jaminanku". Orang orang cukup terkaget dengan penunjukan itu. Kaum Anshor artinya kaum yang penolong, karena mereka menerima dan memberi tempat tinggal serta menolong keperluan
Doa nya para nabi - nabi - Doa Nabi Adam " Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lanakunanna minal khosirin " ( Artinya : Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi. - Doa Nabi Nuh " Robbi inni audzubika an as alaka maa laisalli bihi ilmun wa illam tagfirli watarhamni
Walibeerti dengan pemimpin dan pemilik ikhtiar; berikut ini beberapa contoh dari ayat-ayat tersebut: a. Dalam surah Syura ayat 28 (Waliyyul Hamid) kita membaca: "Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
Dá»ch VỄ Há» Trợ Vay Tiá»n Nhanh 1s. [Syaikh Aidh al-Qarni] Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabb-nya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah. Syahdan, ketika Nabi Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api, ia mengucapkan, "Hasbunalldh wa ni'mal wakil," maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Tatkala mendapat ancaman dari pasukan kafir dan penyembah berhala, mereka juga mengucapkan, "Hasbunallah wa ni'mal wakil." {Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan, Allah mempunyai karunia yang besar.}QS. Ali 'Imran 173-174 Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Sebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Rabb-nya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Karena, jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cobaan? {Dan, hanya kepada Allahlah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benarbenar beriman.}QS. Al-Ma'idah 23 Wahai orang yang ingin menyadarkan dirinya, bertawakallah kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kaya yang kekuatan amat besar ada pada-Nya. Itu bila Anda mau keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana. Jadikanlah "hasbunallah wa ni'mal wakil" syiar dan semboyan yang selalu menyelimuti langkah hidup Anda. Jika harta Anda sedikit, hutang Anda banyak, sumber penghidupan Anda kering, dan mata pencaharian Anda terhenti, mengadulah kepada Rabb-mu seraya mengucapkan, "Hasbunallah wa ni'mal wakil." Jika Anda takut kepada seorang musuli, cemas terhadap perlakuan orang zalim, atau khawatir dengan suatu bencana, maka ucapkanlah dengan tulus kalimat ini "Hasbunallah wa ni'mal wakil." {Dan, cukuplah Rabb-mu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.}QS. Al-Furqan 31
Kalimat Hasbunallahu wa Niâmal Wakiil bermakna Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ, mengandung hikmah serta keutamaan yang sangat agung untuk diucapkan oleh orang orang yang beriman ketika menghadapi musuh atau atau ketika dihadapkan kepada kesulitan yang besar. Dua diantara Rasul yang mulia, dua Khalilullah yaitu kekasih Allah yang paling dekat dengan-Nya pernah mengucapkan kalimat ini ketika mendapat kesulitan. Pertama Nabi Ibrahim alahis salam. Beliau mengucapkan kalimat ini pada saat akan dilemparkan oleh kaumnya kedalam api yang menyala nyala karena beliau menentang perbuatan mereka melakukan kesyirikan dengan menyembah patung. Lalu seketika itu juga datang pertolongan Allah Taâala. Api yang secara asal adalah panas dan membakar ternyata menjadi dingin sehingga Nabi Ibrahim selamat. Allah Taâala berfirman âQulnaa yaa naaru kuunii bardan wa salaman ala ibraahiimâ. Kami Allah berfirman Wahai api ! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim. al Anbiyaâ 69. Kedua Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam. Rasulullah mengucapkan kalimat ini pada saat datang kabar bahwa pasukan musuh telah berkumpul untuk menyerang beliau. Tentang hal ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Ibnu Abbas dia berkata âCukuplah Allah bagi kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ Nabi Ibrahim alaihis salam membacanya ketika beliau dilemparkan ke dalam api dan Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam membacanya ketika kaumnya berkata kepada beliau âSesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang engkau, karena itu takutlah kepada mereka, tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka dan mereka berkata Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ Ali Imran 173. Imam Ibnul Qayyim berkata âCukuplah Allah sebagai pelindung orang orang yang bertawakal kepada-Nya dan Pelindung orang yang berlindung kepada-Nya. Dialah yang mengamankan rasa takut orang yang takut dan Pengayom orang yang bernaung. Maka barangsiapa menjadikan-Nya sebagai pelindung, meminta tolong kepada-Nya dan bertawakal kepada-Nya serta memurnikan segalanya kepada-Nya, niscaya Allah akan menolongnya, melindungi, memelihara dan menjaganya. Barangsiapa takut dan kertakwa kepada-Nya niscaya Dia mengamankannya dari apa yang ia takutkan dan ia khawatirkan serta Dia akan mendatangkan manfaat yang dibutuhkannyaâ. Jadi membaca kalimat Hasbunallahu wa Niâmal Wakiil adalah pelajaran yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam dan Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan jika kita juga melazimkan untuk membaca kalimat ini di saat saat menghadapi kesulitan besar dalam kehidupan. Ini adalah kalimat pernyataan seorang hamba untuk hanya bertawakal dan berserah diri kepada Allah Taâala. Sungguh Allah Taâala telah berfirman âWa alallahi fa tawakkaluu inkuntum muâminiinâ. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang yang beriman. al Maidah 23. Allah Taâala berfirman âHuwa maulaakum fa niâmal maulaa wa niâman nashiirâ. Dialah Pelindungmu. Dia sebaik baik pelindung dan sebaik baik penolong. al Hajj 78. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu Aâlam Oleh
CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PENOLONG DAN PELINDUNG Oleh Azwir B. Chaniago Kalimat Hasbunallahu wa Niâmal Wakiil bermakna Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ, mengandung hikmah serta keutamaan yang sangat agung untuk diucapkan oleh orang orang yang beriman ketika menghadapi musuh atau atau ketika dihadapkan kepada kesulitan yang besar. Dua diantara Rasul yang mulia, dua Khalilullah yaitu kekasih Allah yang paling dekat dengan-Nya pernah mengucapkan kalimat ini ketika mendapat kesulitan. Pertama Nabi Ibrahim alahis salam. Beliau mengucapkan kalimat ini pada saat akan dilemparkan oleh kaumnya kedalam api yang menyala nyala karena beliau menentang perbuatan mereka melakukan kesyirikan dengan menyembah patung. Lalu seketika itu juga datang pertolongan Allah Taâala. Api yang secara asal adalah panas dan membakar ternyata menjadi dingin sehingga Nabi Ibrahim selamat. Allah Taâala berfirman âQulnaa yaa naaru kuunii bardan wa salaman ala ibraahiimâ. Kami Allah berfirman Wahai api !. Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim. al Anbiyaâ 69. Kedua Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam. Rasulullah mengucapkan kalimat ini pada saat datang kabar bahwa pasukan musuh telah berkumpul untuk menyerang beliau. Tentang hal ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Ibnu Abbas dia berkata âCukuplah Allah bagi kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ Nabi Ibrahim alaihis salam membacanya ketika beliau dilemparkan ke dalam api dan Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam membacanya ketika kaumnya berkata kepada beliau âSesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang engkau, karena itu takutlah kepada mereka, tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka dan mereka berkata Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik baik Pelindungâ Ali Imran 173. Imam Ibnul Qayyim berkata âCukuplah Allah sebagai pelindung orang orang yang bertawakal kepada-Nya dan Pelindung orang yang berlindung kepada-Nya. Dialah yang mengamankan rasa takut orang yang takut dan Pengayom orang yang bernaung. Maka barangsiapa menjadikan-Nya sebagai pelindung, meminta tolong kepada-Nya dan bertawakal kepada-Nya serta memurnikan segalanya kepada-Nya, niscaya Allah akan menolongnya, melindungi, memelihara dan menjaganya. Barangsiapa takut dan kertakwa kepada-Nya niscaya Dia mengamankannya dari apa yang ia takutkan dan ia khawatirkan serta Dia akan mendatangkan manfaat yang dibutuhkannyaâ. Jadi membaca kalimat Hasbunallahu wa Niâmal Wakiil adalah pelajaran yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam dan Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wasallam. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan jika kita juga melazimkan untuk membaca kalimat ini di saat saat menghadapi kesulitan besar dalam kehidupan. Ini adalah kalimat pernyataan seorang hamba untuk hanya bertawakal dan berserah diri kepada Allah Taâala. Sungguh Allah Taâala telah berfirman âWa alallahi fa tawakkaluu inkuntum muâminiinâ. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang yang beriman. al Maidah 23. Allah Taâala berfirman âHuwa maulaakum fa niâmal maulaa wa niâman nashiirâ. Dialah Pelindungmu. Dia sebaik baik pelindung dan sebaik baik penolong. al Hajj 78. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu Aâlam. 609.
âCukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah sebaik-baik tempat bersandar.â QS. Ali-Imran 173 KALIMAT di atas adalah ucapan doa Nabi Ibrahim kepada Allah, manakala beliau berhadapan dengan penguasa Babilonia yaitu taja Namrud. Kita tentu tahu betul bagaimana kisah beliau ketika itu. Nabi Ibrahim menghancurkan seluruh berhala yang disembah rakyat dan penguasa Babilonia, dan menyisakan satu yang paling besar. Hal itu beliau lakukan karena beliau yakin bahwa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang salah dan menyesatkan. Nabi Ibrahim bermaksud untuk mengajak mereka berpikir, menggunakan akalnya, bahwa sesungguhnya yang mereka lakukan adalah kesesatan. Beliau bermaksud mengajak mereka untuk menyembah Rabb Semesta Alam, Dzat yang telah menciptakan mereka. BACA JUGA Ini Rahasia Hafalan Dr Zakir Naik Tiga Ikatan Syaitan Saat Hendak Shalat, Waspadalah Segera Lepaskan Kisah Nabi Ibrahim di atas memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa meyakini sepenuh hati bahwasanya hanya Rabb yang Menciptakan kitalah tempat kita berlindung dan memohon pertolongan. Kisah ini juga mengajarkan bahwa hendaklah kita berpegang teguh hanya kepada Allah. Secara total. Kita berbuat sesuatu dengan niat yang lurus dalam rangka ibadah kepada-Nya. Kita pun meyakini bahwasanya hanya kepada-Nya lah kita memasrahkan hasil dari segala ikhtiar yang kita lakukan. Sahabatku, setelah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, bersikap ridha pada apa yang terjadi, tidak mempersulit diri, dan mengevaluasi diri atas setiap peristiwa yang kita alami, maka sikap selanjutnya adalah kita kuatkan keyakinan bahwasanya hanya Allah SWT penolong kita. [] Sumber 5 Kiat Menghadapi Persoalan Hidup/Abdullah Gymnastiar/Emqies
- Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabb-nya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah. Syahdan, ketika Nabi Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api, ia mengucapkan, âHasbunalldh wa niâmal wakil,â maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Baca juga La Tahzan Iman adalah Kehidupan Demikian halnya yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Tatkala mendapat ancaman dari pasukan kafir dan penyembah berhala, mereka juga mengucapkan, âHasbunallah wa niâmal wakil.â Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan, Allah mempunyai karunia yang besar. QS. Ali Imran 173-174 Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Sebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Baca juga La Tahzan Demikianlah, Telah Kami Jadikan Kamu Umat yang Adil dan Pilihan Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Rabb-nya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Karena, jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cobaan? Dan, hanya kepada Allahlah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar beriman. QS. Muhammad 8 Dan, orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. QS. Al-Maâidah 23 Wahai orang yang ingin menyadarkan dirinya, bertawakallah kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kaya yang kekuatan amat besar ada pada-Nya. Itu bila Anda mau keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana. Baca juga La Tahzan Selalu Ingatlah pada Surga yang Seluas Langit dan Bumi! Sumber La Tahzan Karya DR. 'Aidh al-Qarni
cukup allah sebagai penolong dan pelindungku