SitiAisyah menjawab, Aku mengucapkan, 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'. Siti Zainab berkata, Engkau telah mengucapkan kalimah yang biasa diucapkan oleh orang-orang mukmin. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Makaperkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung kami dan Allah sebaik-baik Pelindung.' Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa'." (Ali 'Imran: 173-174). Allahakan sentiasa bersama kita. Kita kena kuat untuk diri kita. Ulanglah ayat ini HASBUNALLAHU WA NI'MAL WAKIL' yg bemaksud ''Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Dialah sebaik-baik pelindung". Pada hari ini saya belajar untuk berhenti terlalu berharap pada manusia. Bukan maksud saya untuk mengabaikan rakan2 atau keluarga kita. Cukuplah ALLAH sebagai penolong kami, dan ALLAH adalah sebaik-baik pelindung" Dzikir diatas merupakan dzikir pendek, namun mengandung makna yang sangat luar biasa. Seperti kita ketahui bahwa manusia seringkali merasakan suka dan duka yang silih berganti. FotoIst. " Hasbunallah wa ni'mal wakil (cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)." (QS Ali Imran [3]: Ayat 173). Inilah doa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam sesaat sebelum beliau dihempaskan ke dalam api. Seketika itu pula, atas izin Allah Ta'ala, kobaran api itu menjadi dingin bagi Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ Yaitu orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Ingin rezeki berlimpah dengan berkah? Ketahui rahasianya dengan Klik disini! Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Yakni orang-orang badal atau sifat dari 'alladziina' yang sebelumnya kepada mereka ada yang mengatakan yakni Na'im bin Masud Al-Asyjai "Sesungguhnya manusia yaitu Abu Sofyan dan kawan-kawannya telah menghimpun pasukan untuk menyerang kamu atau untuk membasmimu maka takutlah kepada mereka" dan jangan hadapi mereka. Maka ucapan itu menambah keimanan mereka bertambah kepercayaan dan keyakinan mereka terhadap Allah swt. dan jawaban mereka, "Cukuplah bagi kami Allah sebagai pembela terhadap mereka dan Dialah sebaik-baik pelindung" tempat menyerahkan segala urusan. Nabi saw. bersama kaum Muslimin pergi ke pasar Badar tetapi tidak menemui Abu Sofyan dan kawan-kawannya, Allah telah meniupkan rasa cemas dan ketakutan ke dalam hati mereka sehingga mereka tidak muncul. Sebaliknya di kalangan kaum Muslimin dan penduduk berlangsung jual beli sehingga mereka beroleh laba dan keuntungan. Firman Allah swt. selanjutnya. Mereka juga orang-orang yang tidak gentar lalu patah semangat ketika ditakut-takuti oleh orang lain dengan mengatakan, "Musuh kalian telah mengumpulkan tentaranya, maka takutlah kepada mereka." Sebaliknya, mereka justru bertambah yakin terhadap pertolongan Allah, dan menjawab, "Allah cukup bagi kami. Dia yang mengatur urusan-urusan kami. Dan Dialah sebaik-baik yang diserahi urusan." Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021331 Link sumber Maksudnya orang-orang Quraisy. Bismillahirrahmanirrahim… Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir… “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung” Ya Rabb…kami menyadari kami bukanlah sekumpulan malaikat atau bahkan Nabi yang Kau Makshum dari dosa-dosa. Kami hanyalah sekumpulan manusia yang senantiasa berusaha menjalankan apa yang menjadi perintah-Mu dan Meninggalkan apa yang menjadi larangan-Mu. Kami hanyalah manusia yang berusaha taat kepada-Mu. Kami menyadari bahwa apa yang kami lakukan tak akan pernah luput dari penglihatan-Mu ya Allah, jika dihadapan manusia Kau telah dengan baik dan rapi menutup aib-aib kami, maka tak sanggup lagi kami menutup setiap helai dosa atas setiap kelalaian kami atas-Mu. Lisan kami, mata kami, tangan kami, kaki kami sungguh tak satupun yang luput dari pantauan-Mu. Maka, jauhkanlah kami dari hal-hal yang Kau haramkan atasnya dan bantu kami untuk tetap teguh di Jalan ini, Karena Jalan ini adalah jalan yang telah kami Pilih… Ujian dalam sebuah kehidupan adalah keniscayaan, ujian Kau berikan untuk menguji bagaimana keimanan kami. Ya Rabb…Semoga setiap ujian yang Kau berikan, akan menambah keimanan kami kepada-Mu, semakin Mendekatkan kami pada-Mu dan Semakin Meneguhkan langkah-langkah kami untuk tetap istiqomah dalam menjalani perintah-Mu… Berkata Aidh Al Qarni “Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri Anda dengan Rabb. Akan mengajarkan kpd diri Anda, bagaimana berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga diri pada diri Anda.” Ketika Ujian itu berupa Fitnah, maka Kebenaran itu tetap milik-Mu ya Allah…Kau-lah dzat yang Maha Mengetahui apa-apa yang benar. Maka tak sulit bagi-Mu untuk membongkar nya. Kau-lah yang akan memudahkan semua urusan. Tunjukilah kami jalan-jalan Kebenaran yang tidak ada kesesatan didalamnya. Kami menyadari ini adalah ujian bagi keimanan dan keteguhan hati kami untuk tetap kuat dan tegar di Jalan in. Dan kami pun meyakini bahwa Kau akan selalu bersama orang-orang yang benar. Maka tunjukillah kebenaran itu pada kami ya Rabb… Pertalian hati kami terlalu lemah untuk disentuh, kami adalah saudara yang telah Kau himpun hati-hati nya dalam taat kepada-Mu. Tak peduli jarak memisahkan ataupun belum adanya waktu dan kesempatan untuk dipertemukan, namun kami tetaplah satu dalam sebuah prinsip untuk tetap berada di Jalan-Mu. Doa yang telah menghimpun cinta kami pada-Mu dan kekasih-Mu Muhammad Sallallahu’alaihi Wassalam. Dalam setiap Doa Rabithah kami saling menjaga pertalian ini, dalam cinta kepada-Mu kami bertemu dan dalam taat kepada-Mu kami Berjuang. Duhai Allah…kami mohon kekalkanlah ikatannya… Duhai Allah…Bukankah Rasul, tak pernah mengajarkan untuk berburuk sangka kepada saudara seiman? Rasulullah bersabda “Hati-hatilah kalian terhadap prasangka karena sesungguhnya prasangka itu merupakan perkataan yang paling dusta” Salahkah kami, yang berusaha tetap berbaik sangka jika kebenaran itu belum terungkap? Salahkah kami yang tetap berusaha tetap tak berprasangka ketika bukti-bukti kebenaran belum terlihat. Karena ketika sebuah kebenaran itu belum terlihat maka fitnahlah yang akan terjadi… Doa kami seperti Nabi Yunus alaihissalam Lalu mereka berkata “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim” Yunus 85 Ibarat sebuah keluarga, kami adalah kaluarga…kami adalah keluarga yang saling tsiqoh pada setiap anggota yang berada didalamnya dan kami diajarkan untuk berhusnudzon disini. Kami diajarkan tentang Kitab-Mu ya Allah dan Teladan Nabi-Mu, namun tak pernah kami sekalipun diajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang saat ini dikatakan mereka. Karena itu, berbaik sangka adalah pilihan kami hingga apa-apa yang gelap saat ini akan Kau terangkan kelak Sampai sini, kiranya cukuplah Engkau bagi sebagai penolong Kami… *** Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir… “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung” Teringat suatu kisah dari Imam Syahid Hasan Al Banna, Suatu hari Ustadz Hasan Al Banna duduk bersama para ikhwah dalam sebuah majelis . Kemudian beliau bertanya, “Mengapa sekarang seolah berbagai lembaga, media, bahkan elit pemerintahan seolah semua menyudutkan dan menyerang kita?” Kemudian beliau berkata kembali, “Kalian tahu kenapa semua ini terjadi? Agar kalian semua tahu dan menyadari betul, bahwa tidak ada tempat bersandar kecuali kepada Allah.. Dan agar jangan pernah kalian menanti dukungan dan kemenangan kepada seorangpun kecuali kepada Allah..” Oleh karenanya ikhwah sekalian, merengeklah kepada Allah dalam doa-doa kalian, dan bersungguh-sungguhlah dalam beramal! *** Fitnah itupun pada akhirnya selalu menjadi ujian bagi para pejuang…. Ya Alloh Engkau tahu mereka adalah hamba-Mu yang telah berjihad di jalan-Mu… diantara mereka adalah yang telah mendahului kami menghadap-Mu.. dan ada yang masih hidup sampai saat ini.. Ya Alloh mereka memahami beratnya ujian dalam perjuangan.. Ya Alloh kami bersaksi bahwa mereka adalah orang baik, jauh lebih baik dari kami yang dho’if ini.. mereka telah berkorban dengan fikiran, tenaga, harta, bahkan jiwa ya Robb.. kami sadar mereka adalah manusia biasa yang memiliki khilaf dan alpa.. oleh karenanya kami memohon kepada-Mu Ya Dzal Jalaali wal Ikroom.. ampuni kesalahan mereka semua, khususnya yang telah tiada.. dan bagi yang masih hidup, bimbinglah mereka Ya Alloh, beri kesabaran atas segala ujian yang menghadang.. Sungguh Engkau tahu kami mencintai karena-Mu dan Engkaulah sebaik-baik penolong Bagus Ferry Setiawan Bogor, 31 Januari 2012 Linda J Kusumawardani Pembelajar dari Kehidupan Dipetik dari buku La Tahzan’, Dr Aidh Al Qarni Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakal kepada Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji Allah, redha dengan apa yang dilakukan Nya, berbaik sangka kepadaNya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahawa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya dengan Rabbnya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah. Syahdan, ketika Nabi Ibrahim as dilempar ke dalam kobaran api, ia mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil”, maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Tatkala mendapat ancaman dari pasukan kafir dan menyembah berhala, mereka juga mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil” “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan kurnia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keredhaan Allah. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar” QS Ali Imran 173-174 Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Sebab manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Rabbnya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada Nya. Kerana jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cubaan? “Dan hanya kepada Allahlah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar beriman”. QS Al Maidah 23 Wahai orang yang ingin menyedarkan dirinya, bertawakallah kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kaya yang kekuatan amat besar ada padaNya. Itu bila Anda mahu keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana. Jadikanlah “hasbunallah wa ni’mal wakil” syiar dan semboyan yang selalu menyelimuti langkah hidup Anda. Jika harta Anda sedikit, hutang Anda banyak, sumber penghidupan Anda kering, dan mata pencarian Anda terhenti, mengadulah kepada Rabb mu seraya mengucapkan, “hasbunallah wa ni’mal wakil” Jika Anda takut kepada seorang musuh, cemas terhadap perlakuan orang zalim atau khuatir dengan suatu bencana, maka ucapkanlah dengan tulus hasbunallah wa ni’mal wakil”. “Dan cukuplah Rabbmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong”. QS Al Furqan 31 Sumber La Tahzan’, Dr Aidh Al Qarni, Qisthi Press, 2005 Assalamualaikum wbt kepada semua pembaca sekalian...Pada post kali ini saya ingin menulis tentang satu pengajaran yang saya dapat hari ini bedasarkan ayat Al Quran HASBUNALLAHU WA NI'MAL WAKIL' yg bemaksud ''Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Dialah sebaik-baik pelindung". Sebagai manusia sudah semestinya dalam hidup kita ada seseorang yang sangat istimewa bagi kita. Yang tanpanya kita rasa sangat sedih. Dialah tempat kita bercerita & berkongsi suka duka bersama. Berkongsi gelak tawa. Kalau boleh kita nak sentiasa bersamanya. Tapi hakikatnya dunia ini bukan semudah itu. Tak semua yang kita mahukan, kita akan peroleh. Kita kena sedar bahawa satu ketika nanti dia akan pergi. Sama ada buat selamanya atau buat sementara waktu. Ada ketikanya nanti kita pasti akan berjauhan dari dia. Mungkin terpisah oleh benua yang berbeza. Tapi hakikatnya bila saat itu tiba pasti kita akan merasai satu kehilangan yang sangat besar & kita pasti menangis & mengharapkan dia ada di sisi seperti selalu. Kita akan terus berharap bahawa dia akan ada di sisi. Tatkala saat itu tiba pada kita nanti ingatkanlah diri kita bahawa "dia sangat jauh dari kita, betapa tinggi pun harapan kita dia takkan sampai untuk mengelap air mata kita seperti selalu". Tatkala itu kita kena sedar bahawa Allah sahaja pengharapan kita. Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Allah akan sentiasa bersama kita. Kita kena kuat untuk diri kita. Ulanglah ayat ini HASBUNALLAHU WA NI'MAL WAKIL' yg bemaksud ''Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Dialah sebaik-baik pelindung". Pada hari ini saya belajar untuk berhenti terlalu berharap pada manusia. Bukan maksud saya untuk mengabaikan rakan2 atau keluarga kita. Tapi untuk menyayangi mereka dengan sekadarnya & untuk meletakkan segala pengharapan hanya kepada Allah yang Esa. Begitu juga saya ingin mengajak rakan2 pembaca sekalian untuk kita kembalikan hati kita sepenuhnya kepada Allah. Meletakkan sepenuh kekuatan & harapan hanya padaNYA supaya kita tidak rasa kecewa jika satu hari orang yang kita sayang pergi jauh dari kita. Tatkala saat itu tiba kita pasti akan reda kerana kita yakin dengan janji Allah. Mungkin hari ini kita masih ada bersama dia tapi esok, lusa siapa tahu? Oleh itu, sama2 lah kita renungkan kembali. semoga kita dapat menjadi hamba Allah yang lebih bertaqwa. Insya Allah.... SRAGEN UPDATE – Sebagai muslim, tentunya kita akan berserah diri kepada Allah SWT untuk meminta perlindungan dan juga pertolongannya. Perlindungan saat melakukan perjalanan, perlindungan dari orang-orang yang tidak dikenal, pertolongan dari marabahaya, dan lain sebagainya. Allah-lah sebaik-baiknya tempat kita meminta perlindungan dan permohonan, hal ini sudah dijelaskan dalam Surah Ali Imran Ayat 173. Penggalan ayat yang mungkin sudah cukup dikenal oleh kita semua yaitu “Hasbunallah wa ni'mal wakil,” yang artinya cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Baca Juga Tafsir Surah Al Mu'minun Ayat 109 Allah Sang Pemberi Rahmat Berikut isi surah Ali Imran ayat 173 dilengkapi dengan arti dan juga maknanya اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ Artinya “Yaitu mereka yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu.

cukuplah allah sebagai penolong kami dan dialah sebaik baik pelindung